Hidup itu seperti berjalan didalam lorong, dimana ujung berupa "pintu" jalan kebebasan. Sepanjang lorong kanan kirinya berupa lukisan. Dalam perjalanan lukisan-lukisan ini pasti terlihat, tinggal diri kita sendiri mau atau tidak menikmati lukisan-lukisan tersebut.
Memang sih lukisan itu sangat indah untuk di tinggalkan, hal inilah yang sering membuat kita lupa akan tujuan perjalanan, untuk sampai ke ujung jalan.
Banyak orang yang terbuai, tersilap, terhanyut dalam lukisan, yang membuatnya ogah untuk beranjak melanjutkan perjalanan.
Indah memang indah, seperti gula, manis memang sangat manis. Akankah kita hanya bermanja-manja ria, bermanis-manis ria dalam menikmati lukisan???
Semua tergantung diri kita sendiri, kadang untuk meninggalkan lukisan sangat-sangat berat. Seolah-olah untuk beringsutpun sangat berat. Tapi apa hendak dikata, bila memang kita hendak mencapai tujuan ada hal yang harus dikorbankan.
Berat memang berat, dan mahal pengorbanan yang harus dilakukan. Tetapi semahal, seberat apapun itu tetap harus kita lakukan untuk mencapai tujuan, untuk bisa meneruskan perjalanan di dalam “Lorong Kehidupan”.
Di ujung sana tlah menanti cahya kebebasan, pelita kehidupan, sayang untuk kita lewatkan. Hendak berapa lama lagi kita akan terus berkutat???? Jalan di tempat???
Kesadaran diri yang kita perlukan….. untuk melakukan pengorbanan….
Korban….. kadang kitapun masih berhitung dalam pengorbanan….
Salam
Rahayu
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment